Sekolah Menulis Online

Sekolah-Menulis Online

Cara Dahsyat menjadi Penulis Hebat

Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat

Jumat, 23 Maret 2012

SURAT TERBUKA UNTUK PARA KANDIDAT PESERTA PILKADA 2012

Bapak-Bapak sekalian, sebentar lagi Bapak-Bapak semua akan berlaga di ajang Pilkada DKI Jakarta di tahun 2012 ini.  Tentu saja Bapak-Bapak sekalian sudah mengetahui bahwa sesungguhnya kekuasaan itu adalah amanah dan tanggung jawab disamping tentu saja merupakan nikmat dan anugerah.  Kekuasaan adalah juga merupakan ujian dan fitnah yang sangat berat.  Sebagaimana semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa, begitu pula kekuasaaan.  Kekuasaan juga bisa menjadi bumerang yang akan menghancurkan pemegangnya sebagainya telah dibuktikan dalam rentang sejarah yang amat panjang.  Bahkan, bukan tidak mungkin kekuasaan itu adalah caraNya menghinakan dan menghancurkan para penguasa zalim seperti Firaun, Namrudz dan banyak tiran lainnya.

Bapak-bapak sekalian, kota Jakarta ini telah lama menjelma menjadi SODOM DAN GOMORAH modern yang dipenuhi dengan dosa, maksiat, dendam dan kejahatan.  Bangunan-bangunannya seperti MENARA BABEL yang angkuh menentang kekuasaan Tuhan.  Dalam bangunan-bangunan itu, segala macam kejahatan seperti perzinaan, korupsi, manipulasi dan sebagainya terjadi.  Tuhan hanya disembah sebentar di ruang-ruang tertentu nan suci sementara setelah itu dihina, dilecehkan dan dicampakkan ajaranNya dalam kehidupan sehari-hari.  Banyak diantara bangunan-bangunan megaproyek itu hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya berharta melimpah.  Entah halal entah haram yang penting mereka mampu dan mau membayar segala fasilitas tersebut.  Sedangkan untuk mereka yang miskin dan lemah ekonomi, silakan hanya memandang penuh rasa iri dan dengki pada mereka yang bisa menikmati surga dunia fana seperti itu.   

Apakah Bapak-Bapak sekalian mengetahui bahwa korupsi dan manipulasi telah menjadi penyakit kronis yang menjangkiti seluruh lapisan masyarakat.  Budaya merusak itu bukan hanya di kalangan pejabat saja namun juga sudah dilakukan para office boy dan orang-orang suruhan.  Mereka seringkali meminta para operator fotocopy, rental komputer atau warnet untuk membuatkan bon kosong agar dapat diisi sendiri jumlahnya sesuai dengan keinginan.  Lumayan untuk membeli rokok, cemilan atau minuman ringan tanpa harus mengurangi gaji atau uang makan.  Mereka sama sekali tidak peduli jika kantor atau tempat mereka bekerja harus menanggung beban keuangan yang lebih berat daripada yang seharusnya.  Mereka juga tidak peduli apabila si operator yang terpaksa membuat bon kosong itu tertekan batinnya dan tersiksa hati nuraninya oleh perasaan bersalah yang sangat dalam.  Entah karena goisme dan ketamakan sudah mengusai jiwa mereka atau karena memang sudah apatis dengan kehidupan yang serba sulit ini. 


Pemalsuan dokumen pun sudah tidak terhitung lagi banyaknya.  Sertifikat yang seharusnya menjadi bukti bahwa seseorang itu kompeten dalam melakukan suatu pekerjaan ternyata bisa dipalsukan.  Di warnet atau rental yang menyediakan jasa pengetikan, banyak orang meminta untuk dibuatkan sertifikat-sertifikat palsu seperti itu.  Mereka sangat berambisi mendapatkan dokumen-dokumen palsu seperti itu demi mendapatkan pekerjaan.  Entah karena mereka memang terpaksa karena harus bertahan hidup atau memang tergiur akan besarnya penghasilan yang bisa didapat dari pekerjaan tersebut.  Mereka lupa bahwa sertifikat itu hanyalah selembar kertas tak berguna apabila orang yang namanya tercantum di kertas itu memang tidak kompeten sama sekali.  Tidak mengherankan apabila jalan-jalan banyak yang rusak, jembatan banyak yang ambruk dan entah berapa banyak lagi kerusakan dan kehancuran yang telah, sedang dan akan terjadi.  Slip gaji palsu pun dengan mudah bisa dibuat agar si pembuat bisa mengambil kredit motor atau barang-barang yang lain.  Perkara nanti yang mengambil kredit terpaksa berurusan dengan debt kolektor atau ngemplang sekalian, itu bisa diatur belakangan.  Ini bisa diatur, itu urusan belakang memang ciri khas bangsa Indonesia yang lucu namun tidak lucu ini.  Padahal yang katanya bisa diatur belakangan itu sama sekali tidak sederhana, bahkan bisa jadi sangat rumit dan mengerikan.  Sangat amat mengerikan.   

Tulisan ini hanyalah sedikit gambaran dari manusia-manusia yang akan Bapak-Bapak sekalian pimpin, bimbing dan ayomi.  Sungguh tidak sulit untuk meraup suara dari orang-orang seperti itu.  Asal ada cukup dana, kaos dan merchandise untuk dibagi-bagi, serta para korlap yang terampil mengendalikan massa, hal itu sudah cukup.  Tebarkan saja pesona dan sensasi serta  janji-janji manis setinggi langit seluas bumi.  Biarkan mereka mabuk kesenangan saat pesta demokrasi berlangsung serta menikmati uang lelah atas kesediaan mereka memeriahkan kampanye yang Bapak-Bapak selenggarakan.  Dan, suara pun akan mengalir memenuhi pundi-pundi politik Bapak-Bapak sekalian sehingga muluslah jalan menuju tahta dan kekuasaan.  Itulah mekanisme demokrasi di negeri yang rakyatnya sama sekali tidak siap untuk berdemokrasi.   Masalah dan perjuangan sebenarnya baru dimulai saat ada diantara Bapak-Bapak yang sudah berhasil meraih kekuasaan.  Janji-janji surgawi yang telah ditebarkan tentu harus dipenuhi, meskipun para pemilih yang pendek ingatan serta mudah dikelabui mungkin sudah tidak ingat lagi. 

Surat ini adalah ungkapan keprihatinan seorang rakyat kecil yang mengalami sendiri penderitaan batin akibat kecurangan dan korupsi yang terjadi persis di depan mata kepalanya.  Surat ini bukan untuk mengajak pembacanya untuk "Golput" atau tidak menjatuhkan pilihan pada para kandidat tersebut.  Namun, juga bukan untuk mendukung salah satu calon.  Tidak lebih hanya untuk renungan dan interospeksi, baik untuk penulisnya sendiri atau siapapun yang membaca. 

Semoga bermanfaat, mohon maaf untuk yang tidak atau kurang berkenan.

Senin, 02 Januari 2012

[Renungan] Tangan

Malam malam nyimak tweet-nya Ust Yusuf Mansur, kaget juga baca kontent tweet-tweet tersebut.  Gak nyangka bakal nemu yang beginian (note: kebawa sama ustadz Yusuf Mansur, jadi pakai gaya bahasa kaya begini deh)

Intinya sih, ada orang yang tangannya senantiasa dipakai untuk kebaikan, ngasih sedekah, membelai rambut anak yatim.  Kalaupun memegagn, yang dipegang harta yang halal, kalaupun membelai yang dibelai istri sendiri yang emang udah sah dan halal baginya.  Gak pernah tuh tangan dipakai untuk yang haram dan maksiat serta dosa.  Eh, ternyata masih aja tuh tangan bisa terkilir bahkan sampai ada yang bahunya sampai patah.  Ada juga yang semalaman gak bisa tidur saking sakitnya. 

Nah, kata ustadz Yusuf Mansur lebih lanjut, (nih pake bahasa sendiri ya, intinya sih kurang lebih sama)

  • bagaimana dengan tangan yang suka tanda tangan surat atau kwitansi palsu?
  • bagaimana dengan tangan yang suka ketok palu, padahal kasusnya memenangkan yang salah?
  • bagaimana dengan tangan yang suka main gaple, banting kartu, kocok dadu bahkan yang sampai benar2 berjudi?
  • bagaimana dengan tangan yang suka nyopet, megang pisau untuk nodong dan kejahatan sejenis lainnya?
  • bagaimana dengan tangan yang suka megang atau membelai yang tidak halal baginya, kekasih gelap, selingkuhan, dan sejenisnya, eh sama pasangan yang sah malah suka main pukul, main tabok, main gampar, main tempeleng sembarangan?
  • bagaimana dengan tangan yang suka nunjuk-nunjuk sambil disertai kata-kata kasar nan nyakitin, mentang-mentang sama bawahan?
  • bagaimana dengan tangan yang suka nyekek botol minuman keras, baik yang lokal, impor atau oplosan? baik yang merek bir, vodka, topi miring, cap tikus dan entah apa lagi merek dan namanya.
  • bagaimana dengan tangan yang suka nyuntikin narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya?
  • bagaimana dengan tangan yang entah ngapain lagi, ngeri deh bayanginnya
Padahal sering kali orang-orang kaya gini belum sepenuhnya kena adzab di dunia, kalaupun kena masuk penjara malah ketagihan gak kapok-kapok.  Bahkan udah jadi rahasia umum, penjara malah jadi semacam "training center" buat para penjahat pemula.  Mereka malah bergaul dengan para bromocorah, residivis dan yang lebih pengalaman dalam dunia kejahatan.  Sehingga, keluar dari penjara banyak yang malah jadi penjahat kambuhan.  Kalau udah gini, untuk membalas kezaliman tangan tangan tadi, terpaksa diselesaikan di alam sesudah alam dunia, yaitu di dalam kubur dan di akhirat. Siksaannya kayak apa, entahlah.  Yang pasti sih bakal mengerikan dan seimbang dengan kejahatan dan kezaliman mereka di dunia ini. 

Nauzubillah min dzalik kalau sampai kita kena yang kaya gitu, baik di dunia apalagi di akhirat

Semoga bermanfaat,

Selasa, 08 November 2011

[Reportase] Mabit bersama sesepuh TDA

Suatu ketika, awal Oktober saya ikutan Mabit di Masjid Agung Sunda Kelapa.  Pengisinya H. Nuzli Arismal, penasihat komunitas Tangan Di Atas atau TDA, yang biasa dipanggil Haji Alay, ustadz Agus dan ustadz Ibnu Jarir Lc.

Haji Alay mengatakan bahwa orang beriman wajib untuk jadi orang kaya karena bukankah rukun Islam yang lima itu perlu biaya/uang? Namun, sebelum menjadi kaya, seorang harus menjadi orang yang bertaqwa terlebih dahulu.  Taqwa dapat didefinisikan sebagai mejaga hak-hak Allah SWT atas diri kita.  Lebih dari sekedar menghindari dosa, taqwa adalah kehati-hatian seakan akan kita melewati jalan penuh onak duri.  Sehingga kekayaan yang dimiliki akan menjadi rahmat dan kebahagiaan bagi sebanyak mungkin manusia.  Sesuai dengan motto Komunitas Tangan Di Atas "Bersama Menebar Rahmat". Pak Haji pun mengatakan bahwa yang ada di dunia ini hanya dua jenis manusia, hamba Allah SWT dan hamba Taghut, yang lain tidak ada. 

Haji Alay pun menceritakan pengalaman beliau "membedah" mall-mall yang sudah rusak dan tak dipakai lagi di berbagai daerah  Sebuah Mall yang sudah tidak terpakai lagi dan berbagai bagian bangunannya rusak diisi oleh para pedagang kaki lima.  Stelah sekitar 6 bulan gratis jualan di sana, maka para pedagang itupun dimotivasi dan dibina agar bisa memiliki kios sendiri di sana.  Beliau juga menceritakan tentang pembebasan tanah yang dipenuhi preman dan gelandangan.  Tanah itu pun meningkat nilainya berkali lipat.  Beliau pun menambahkan bahwa jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat kurang, hanya sekitar 0.8 persen dari seluruh penduduknya.   Padahal, agar sebuah negara bisa sejahtera, idealnya persentase pengusaha sekitar 7 persen dari para penduduknya. 

Sebagai tambahan motivasi dan bukti kehebatan orang yang bertaqwa, Pak Haji pun menceritakan kisah Muhammad Al Fatih.  Sejak umur 11 tahun, Muhammad Al Fatih telah memiliki cita-cita untuk menaklukkan benteng Romawi.  Al Fatih pun mempersiapkan apa saja yang diperlukan secara diam-diam.  Beliau berhasil membuat para intel Romawi agar percaya bahwa Romawi tidak akan runtuh sebelum ada kapal berlayar turun dari atas gunung.  

Saat itu kekuasaan tertinggi ada di tangan majelis Syuro.  Suatu saat, diadakan pemilihan panglima perang untuk menaklukkan benteng Romawi.  Majelis Syuro pun bertanya, siapa yang sejak akil baligh belum pernah meninggalkan shalat wajib 5 waktu secara berjamaah? Sedikit yang duduk, sebagian besar masih berdiri. Saat ditanya yang tidak pernah meninggalkan sholat Rawatib dan Duha sejak akil baligh hingga hari ini, makin banyak yang duduk namun lebih banyak yang berdiri.  Saat ditanya siapa yang tidak pernah meninggalkan sholat tahajud sejak akil baligh hingga hari itu, tinggal sedikit yang berdiri.  Saat ditanya siapa yang tidak pernah meninggalkan puasa sunnah Senin - Kamis sejak akil baligh hingga hari itu, hanya satu orang yang tetap berdiri yaitu Muhammad Al Fatih.  Meskipun ada yang keberatan dan menganggap keputusan Majelis Syuro tidak rasional, namun Al Fatih tetap terpilih sebagai panglima perang. Al Fatih pun mengeluarkan segala persiapan yang telah beliau persiapkan untuk peperangan yang menetukan itu.  Termasuk kapal-kapal yang beliau sembunyikan di atas gunung.  Sehingga orang-orang Romawi berpikir mereka akan mengalami keruntuhan. 

Saat tanya jawab berlangsung, seorang penanya menanyakan sikap yang harus diambil bisa dalam berbisnis harus berhadapan dengan orang-orang yang zalim atau kurang beriman/bertaqwa.  Haji Alay pun mengatakan bahwa dalam berbisnis kita memang bisa berhadapan dengan mereka.  Namun yang penting hal-hal yang prinsipil tetap harus dijaga.  Keberadaan orang-orang bertaqwa adalah untuk menebar rahmat bukan untuk menyebarkan teror dan kebencian. 

Tidak hanya berceramah, Pak Haji pun mendemonstrasikan tes energi tubuh.  Seorang jamaah diminta maju dan merentangkan tangannya. Saat ditekan dengan kuat, lengan sang jamaah masih bisa menahan.  Namun, saat diminta minum sambil berdiri pakai tangan kiri tanpa baca basmalah, tangan yang terentang itu tak kuat lagi menahan beban. Seorang jamaah lain yang mengenakan peci haji warna putih juga dipersilakan maju.  Sang Jamaah pun diminta merentangkan tangan dan tangan itu pun ditekan.  Tangan sang jamaah bisa menahan tekanan dengan kuat dan baik.  Namun, sesudah diminta melemparkan dan menghina peci putih yang dikenakannya, tangan itu pun tak kuat menahan beban.  Demikian pula saat subjek tes memegang obat kimia atau makanan dengan bahan pengawat yang dipinjam dari para jamaah, tangan subjek tak kuat menahan tekanan.  Tes energi dengan menekan rentangan tangan, menurut pak Haji, bisa diaplikasikan dalam banyak hal.  Pak Haji juga bilang bahwa duduk bersila tidak baik untuk kesehatan dan merupakan warisan propaganda belanda agar laki2 di Indonesia pada cepat mati.  Maka, tidak mengherankan, menurut pak Haji, jika banyak jamaah jumat yang tidur karena cara duduknya salah.  Duduk yang benar dan sesuai untuk kesehatan adalah duduk simpuh seperti duduknya orang Jepang.  Duduk seperti itu ada juga dalam gerakan sholat kaum muslimin.

Haji Alay pun mempersilakan apabila diantara jamaah yang ingin bersilaturahim dan belajar lebih jauh dengan beliau, termasuk jika ingin belajar/magang bisnis atau mempelajari terapi pengobatan/penyembuhan seperti pijat getar syaraf atau terapi dengan lintah.  "Selama pak Haji masih hidup dan masih mampu silakan" demikian kata beliau.  Sehingga, walaupun ceramah sudah selesai dan sudah masuk waktu coffee break, pak Haji masih dikerumuni jamaah yang ingin bertanya banyak hal pada beliau. Termasuk ada yang minta didemokan pijat getar syaraf yang rasanya sangat menyakitkan namun baik untuk kesehatan dan peredaran darah. 

Sesi selanjutnya diisi ustadz Agus dan Ustadz Ibnu Jarir Lc.  Orang yang dikehendaki oleh Allah SWT mendapat petunjuk akan dibukakan dadanya lebar-lebar untuk menerima Al Quran.  Ustadz Agus menargetkan hafal 5 Juz Al Quran setiap bulan Ramadhan.  Beliau telah berhasil menghafal sekitar 20 juz Al Quran. 

Ustadz Ibnu Jarir mencerictakan tentang seorang orientalis terkemuka yang telah emlakukan penelitian tentang Islam terutama sejarah Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun.  Suatu ketika,  diadakan acara debat antar agama.  Kaum muslimin, karena narasumbernya berhalangan, malah diwakili oleh si orientalis.  Saat pembicara dari wakil agama lawan menghina dan mencaci maki Rasul SAW, sang orientalis pun membeberkan data-data yang dikumpulkannya selama 23 tahun.  Sesudah debat tersebut, sang orientalis makin tertarik pada Islam sehingga beliau pun memeluk Islam.  Betapa saat petunjuk hidayah itu datang, tidak ada satupun yang bisa mencegahnya,  Maha Suci Allah SWT. 

Acara mabit hari pertama pun ditutup dengan muhasabah yang dipimpin oleh Ustadz Ibnu Jarir Lc.  Saat itu, Ustadz Ibnu Jarir Lc mengingatkan jamaah, siapa saja yang masih belum merasa terbuka hatinya untuk menerima Al Quran agar istighfar.  Siapa saja yang masih enggan mempelajari, membaca dan menghafalkan Al Quran agar istighfar.  Sehingga, timbul kesadaran agar tidak lagi menyia-nyiakan amanah Al Quran tersebut.  Setelah itu, acara pun ditutup dan jamaah dipersilakan beristirahat untuk ibadah qiyamulail keesokan harinya. 

Rabu, 04 Mei 2011

Studi banding kemiskinan

Obrolan kita di meja makan,
tentang mereka yang kelaparan
lihat sekarat di layar TV
antar kita pergi ke alam mimpi

Ethiopia

Iwan Fals

Iwan Fals, dalam lagunya Ethiopia, mengejek orang-orang yang hanya membicarakan kemiskinan tapi tdk merasakan derita orang miskin.  Penderitaan orang miskin bagi mereka hanya menjadi pengetahuan, bukan menjadi jalan membangkitkan kepedulian dan semangat berbagi pada sesama.  Bagitulah yang dilakukan sebagian anggota dewan kita sehingga mereka harus mengalami insiden memalukan dan menjadi olok-olokan di dunia maya.  Video yang menayangkan para anggota dewan yang terhormat itu pun di-upload ke berbagai situs di internet sehingga momen memilukan dan memalukan itu bisa disaksikan semua orang. 

Kasarnya, kalau mempelajari kemiskinan, ketemu dong sama orang miskin.  Kalau tidak mampu ketemu langsung sama mereka, cobalah menghubungi para relawan yang peduli pada kemiskinan tersebut.  Di Indonesia ini, cukup banyak relawan yang peduli pada kaum miskin. Bahkan, ada sebagian diantara mereka yang menghabiskan hari-harinya berinteraksi dengan orang-orang yang miskin.  Para relawan ini tidak hanya bekerja saat ada event-event kegiatan sosial dari satu atau lebih komunitas.  Melayani dan mengangkat harkat hidup kaum miskin sudah menjadi panggilan jiwa bagi mereka.  Saat diwawancarai di sebuah TV Swasta, ketua komunitas Anak Langit, sebuah komunitas pemerhati anak jalanan di Tangerang mengatakan bahwa jika saja satu keluarga mau mengangkat dan mendidik 2 atau 3 anak jalanan tidak perlu ada komunitas anak langit.  Komunitas-komunitas relawan itu pun relatif mandiri, terbukti hanya dengan berjualan barang bekas layak pakai bagi mereka yang kurang mampu, sebuah komunitas mampu menambah dana kasnya beberapa juta rupiah.  Tidak seperti para anggota dewan yang terhormat yang terhormat yang memboroskan dan membebani kas negara.   

Dunia mengenal sosok Muhammad Yunus, seorang profesor lulusan Amerika yang pernah mengajar di Universitas di Bangladesh.  Prof. Yunus merasa gelisah mengapa teori ekonominya yang elegan dan sophisticated itu sepertinya tidak bisa diaplikasikan pada kaum miskin Bangladesh.  Beliau pun bertekad untuk belajar kembali menjadi mahasiswa. Dosen-dosen beliau adalah orang-orang miskin Bangladesh yang buta huruf. Merekalah yang mengilhami Yunus menciptakan konsep micro credit dan mendirikan Grameen Bank.  Walaupun dalam sudut pandang syariah Islam, konsep grameen bank masih banyak kekurangan, namun keteladanan M. Yunus dalam kesediaan beliau belajar langsung pada  mereka yang miskin patut ditiru. 

Studi banding yang dilakukan para anggota dewan yang "terhormat" itu sudah lama menjadi bahan kecaman dan olok-olok.  Rakyat tidak merasa sedikitpun terwakili aspirasinya, dan mengnaggap bahwa semua itu hanya dalih untuk bisa jalan-jalan keluar negeri dengan biaya negara. Tanpa mengeluarkan uang pribadi yang sesungguhnya lebih dari cukup apabila sekedar ingin jalan jalan ke luar negeri. 

Akankah para anggota dewan yagn terhormat itu meneladani para relawan yang peduli dan bekerja demi rakyat miskin? Atau meneladani Muhammad Yunus yang belajar langsung dari kaum miskin Bangladesh? Entahlah, mungkin kita perlu bertanya pada rumput yang bergoyang. 

Semoga bermanfaat

by Muhammad Nahar

yang biasa ngeblog di

http://pedangkayu.blogdetik.com

http://kopiradix.multiply.com

http://blognahar.blogspot.com

http://perenungancinta.blogspot.com

Rabu, 06 Oktober 2010

[Transkrip] Standar Minimal

Segala sesuatu di dunia ini memiliki standar, standar minimal yang harus dimiliki orang yang ingin sukses antara lain:

1. Disiplin: org yg tidak displin tidak bisa berkompetisi, kualitas hidup jadi berbahaya. beban bagi orang banyak. displin mejg kesehatan, bangun pagi dan sebagainya. Disiplin adalah kualitas luar biasa dan jadi pondasi bagi standar minimal. disiplin saja tidak bisa bagaimana mungkin bisa maju.

2. Jujur: tidak jujur akan ditolak meskipun hebat. di sisi nilai moral. org tidak jujur tidak diinginkan. Bahkan orang jujur saja tidak suka dibohongi.

3. Semangat: orng sehebat apapun potensinya tidak termanfaatkan. Semangat justru perlu saat terpuruk agar bisa kembali menaiki tangga kesuksesan. Semangat adalah bahan bakar diri kita dalam menempuh perjalanan menuju kesuksesan.

4. Belajar: sepanjang hayat kemanapun kepada siapapun termasuk dari pengalaman diri. Bertambahnya usia tidak layak disertai kebodohan yang menetap. Belajar pada tahap standar minimal bisa pada sesama teman atau orang yang selevel dengan kita. Setelah itu bisa meningkat belajar pada guru-guru yang mumpuni.

Yang tidak kalah penting lagi adalah mendokumentasikan hasil pelajaran itu dengan menulis.

5. Bersosialiasi: tidak mengurung diri agar tidak minder dan kuper. Banyak ilmu baru, wawasan yang lebih luas dan kesempatan mengembangkan diri datang dari pergaulan dengan orang-orang yang baik.

Standar minimal penting dimiliki agar ada dasar yang kuat sehingga segala sesuatu bisa berjalan dgn baik dan bertahan. Namun, jika bicara kompetisi standar minimal harus ditingkatkan jadi ideal. Jika kita ingin mencapai kualitas diri yang ideal bahkan luar biasa, maka stadar minimal itu harus dipenuhi dengan baik.

Lihat kondisi kita mana dari standar minimal itu yang tidak ada pada diri kita. Tidak ada kata terlambat untuk memenuhi standar minimal selama kita masih hidup. Pemenuhan Standar minimal di atas memang tidak bisa memperbaiki kehidupan dan kualitas diri secara cepat namun harus dipenuhi jika kita ingin maju dan sukses. Namun, apabila standar minimal itu tidak terpenuhi, maka kualitas hidup kita akan terus menerus menurun. Apabila hal itu terjadi, maka kita perlu mengadakan evaluasi mendalam dan perubahan besar. Bahkan bukan tidak mungkin harus memaksa diri.

Setelah standar minimal terpenuhi, kita bisa meningkat ke standar yang lebih ideal agar tidak sekedar bertahan. Kita bisa berkompetisi lebih baik dengan fondasi yang kuat berkat standar minimal kita.

Narasumber: Supardi Lee

Related post: Standar Diri

Acara Mutiara Pagi - The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

Untuk teman-teman yang ingin belajar menulis<> secara GRATIS, silahkan klik link-link berikut ini:


  1. Gratis 3 Bab Buku Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat



  2. Newsletter Gratis Pintar Menulis dalam 9 Minggu



  3. SMO Kelas Free Trial



  4. Info Ebook Gratis, Langsung ke Email Anda. 100% Gratis


    Semoga Bermanfaat

    M. Nahar

Sabtu, 06 September 2008

[TRANSKRIP] Makna Gagal

Narasumber: Bapak Supardi Lee


Kegagalan mungkin adalah Hal yang tidak ingin dialami setiap orang. Thomas Alva Edison melakukan percobaan bola lampu 10 ribu bahan diberitakan gagal 10 ribu x sukses menemukan bahan2 tidak cocok utk lampu. Dalam NLP hal ini disebut Reframing, yaitu kejadian buruk di-reframe menjadi positif.


Karena kegagalan adalah hal yang tidak diinginkan, maka penting bagi kita untuk tahu apa makna gagal agar kita bisa mengenali kapan saat kita disebut gagal. Sehingga, apakah kita sukses atau gagal, hasilnya tetap saja positif. kalau kita mengalami kegagalan, terima kegagalan tersebut dan tetap bersyukur, tidak mengingkari kenyataan gagal itu tadi. Untuk apa berpura-pura tidak gagal tetapi hati merasa sakit. Kita harus berlatih agar bisa bersikap seperti lautan yang bisa menerima air yang jernih dan air yang kotor.

Kegagalan memiliki 3 makna penting :



  1. Kita gagal apabila kita tidak mencapai apa yang kita inginkan. Apabila seseorang tidak punya terget jelas, maka dia tidak tahu bahwa dia sedang gagal. kita harus mendefiniskan Parameter hidup dengan jelas. Misalnya, saya seorang sarjana, saya pengalaman seperti ini, saya mau mulai bekerja dengan gaji sekian atau berbisnis dan dapat penghasilan sekian juta. Kesadaran akan parameter kesuksean ini penting untuk mengetahui apakah kita sudah sukses atau masih gagal. sTetapkan target yang jelas.


  2. Kita gagal ketika kita berhenti mencoba atau berhenti berusaha. Jika kita sudah melamar pekerjaan atau pasangan hidup berkali-kali dan sebagainya, lalu menyerah dan tidak mau berusaha lagi, maka saat itu kita gagal, gagal dalam arti yang sesungguhnya. Ada Penelitian yang menyebutkan bahwa banyak orang berhenti mencoba saat sedikit lagi mau sukses. Jangan pernah berhenti berusaha. ada kondisi-kondisi yang mengharuskan kita berusaha 10 kali, namun banyak yang berhenti pada usaha ke 8 atau 9. Bukankah kita telah menginvestasikan banyak hal (uang, tenaga, waktu dll) untuk suatu kegagalan, mengapa tidak menginvestasikan lebih banyak lagi untuk suatu kesuksesan yang akan kita terima nantinya. Namun, jangan sampai kita melakukan usaha yang sama berulang-ulang. Hampir dipastikan, kita akan menerima kegagalan yang sama.


  3. Kita gagal ketika kita kualitas hidup kita tidak meningkat. Kualitas ibadah, ilmu pengetahuan, manfaat bagi orang lain dan sebagainya. Apabila kualitas ibadah kita tidak meningkat, kemungkinan bagi kita mendapat pertolongan Alloh SWT akan menjadi kecil. Apabila ilmu dan amal kita tidak meningkat, sulit bagi kita untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Kurangnya ilmu pengetahuan dan ketrampilan membuat manfaat diri kita sedikit, sehingga kita tidak akan bisa mengumpulkan tabungan energi positif yang suatu saat kita perlukan. Jika kita dirundung atau larut dalam efek kegagalan itu, maka kita sesungguhnya sudah mendapatkan kegagalan yang lebih besar lagi. kegagalan seharusnya memotivasi diri kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi dan berusaha lagi dengan lebih keras, cerdas dan ikhlas.



Ironisnya, banyak dari kita yang mengeluarkan banyak uang, tenaga, waktu untuk hal-hal yang kita sukai, seringkali bersifat konsumtif. Namun, banyak diantara kita yang bersedia menginvestasikan uang, waktu, tenaga dll yang ada untuk sesuatu yang bermanfaat bagi pembelajaran dan pengembangan diri kita di masa depan.


Kegagalan memang bisa menimbulkan trauma, depresi, stress dll. Namun, sebenarnya kemuliaan manusia sangat besar sehingga tidak ada masalah yang cukup besar utk mengecilkan kita. Sebagai manusia, kita dikaruniai anugerah yang sangat berharga yaitu "Free Will" (kehendak bebas) sehingga kita dapat bersikap proaktif dan menghadapi semua masalah dengan baik. Unsur yang paling penting untuk tegar menghadapi kegagalan adalah Ikhlas. Ikhlas adalah merasa segala sesuatu bukan milik kita (seperti tukang parkir kata AA Gym), atau bahkan exteremnya seperti orang buang hajat/buang air besar, seperti yang dijelaskan dalam tulisan yang ini.


Sesungguhnya, orang yang tidak pernah gagal ada dua macam:



  1. Orang yang tidak pernah berhenti berusaha.



  2. Orang yang memang tidak pernah berusaha.




Pengalaman buruk masuk alam bawah sadar, sehingga menyebabkan kita sulit berubah, tidka belum belum menyadarkan alam bawah sadar kita. Manusia memiliki fitrah menghindari kesusahan, maka jika berubah jadi lebih baik dianggap susah ya jadi susah.


Terkadang memang kita perlu pendamping untuk memompa semangat kita setelah mengalami kegagalan, seperti teman, motivator, pelatih dan sebagainya. Namun, keberadaan mereka adalah seperti makanan tambahan atau supplement. Kita tetap harus mampu membangkitkan diri sendiri setelah mengalami kegagalan, jangan tergantung orang lain. Akan lebih baik apabila kita bisa menjadi motivator bagi diri sendiri.


Semoga bermanfaat


Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

[TRANSKRIP] Keberuntungan bukan Kebetulan

Keberuntungan bukan kebetulan



Yesterday is History,
Tomorrow is Mistery,
Today is a gift, that is why we call it present


Dalam suatu seminar, seorang pengusaha nasional kelas kakap, dalam akhir seminar tersebut berkata: "orang bodoh dikalahkan orang pintar orang pintar dikalahkan orang licik orang licik bisa dikalahkan oleh orang yang beruntung." Pertanyaannya sekarang, bagaimanad menjadi orang yang beruntung???


Jika mau menjadi orang pintar, belajar. Menjadi orang licik bisa setelah jadi orang pintar, asal bisa mematikan hati nurani. Bagaimana jadi orang yang beruntung


Keberuntungan sangat dekat sikap kemuliaan. Setelah belajar selama 5 tahun belajar, Pak Zainal menemukan rahasia keberuntungan, yaitu berbuat kebaikan sebanyak mungkin yang dilakukan dengan ikhlas.


Pada suatu hari Pak Zainal dan Pak Supardi Lee dari Banjarmasin bawa mobil bandara untuk memenuhi janji calon klien di PIM. Pada saat Pak Zainal, yang bawa mobil, sedang cari parkir dan sudah harus ke toilet, tiba-tiba ada entah supir pemilik mobil
menunjuk ke mobilnya karena dia mau keluar. Apakah ini suatu "Kebetulan" ?


Kata "Kebetulan" itu adalah kata yang sangat menghina Alloh SWT. Menurut Albert Einstein, dalam alam semesta ini ada Hukum kekekalan Energi, energi tak dapat dicipta atau dimusnahkan tetapi dapat berubah bentuk. Jika kita melakukan perbuatan baik, kembalinya pasti perbuatan baik atau keberuntungan. Namun, kita selalu mengasosiasikan keberuntungan dalam level materi. Padahal, tidak semua balasan atas kebaikan yang kita lakukan berbentuk materi. Keberuntungan punya keluarga, sahabat yang baik dan sebagainya juga merupakan keberuntungan, energi positif.


Jika kita atau orang lain merasa tidak beruntung, bisa jadi tabungan energi kebaikan atau energi positifnya kurang. Cara bererpikir yang liniear bikin frustasi belum tentu oran gitu yang akan balas, pasti ada orang lain pindah pada orang lain
seseorang menolong karena kebaikan kebaikan disertai kebohongan bukanlah merupakan kebaikan


berbuat kebaikan dalam level besar itu baik, tetapi tidak setiap orang bisa melakukannya. Maka, berbuat kebaikan kecil2 saja dahulu. Terkadang, ada perbuatan-perbuatan kecil yang tidak berarti bagi kita tetapi besar untuk orang lain. Kita bisa mulai berlatih ikhlas dari yang kecil-kecil agar tidak terlalu merasa kehilangan.


Bagaimana mempersiapkan diri agar dikelilingi keberuntungan? Agar dikelilingi keberuntungan, tabungan energi kebaikan sampai titik tertentu, maka akan muncul keberuntungan-keberuntungan, seperti bunga bank. Sekitar 2 Minggu yang lalu, Ustadz Bobby Herwibowo mem-forward SMS ke Pak Zainal dari seseorang yang berterima kasih atas acara Mutiara Pagi dan mengundang Pak zainal ke Menado jika ada waktu. SEkitar seminggu yang lalu, pemda Menado mengundang pak Zainal untuk ke sana. Pak Zainal menyebut hidupnya digiring dari satu keberuntungan ke keberuntungan yang lain.


Bagaimana dengan orang-orang yang tidak termasuk orang yang baik (maling, koruptor dll) namun sepertinya mereka terus menerus beruntung (kaya, punya harta banyak, tidak tersentuh hukum, dll)? apakah ada anomali atau pengecualian?
Hal itu disebabkan karena kita menilai segala seauatu pada level materi. Ukuran keberuntungan seringkali uang dan harta. Sering kita temui, orang-orang yang berharta banyak tetapi keluarganya tidak harmonis. Atau bila keluarga harmonis dan harta banyak berbuat jelek melulu itu mungkin sekedar downpayment atau cobaan yang suatu saat lagi diullur, begit ditarik hancur lebur. KPK sudah mengincar orang-orang seperi itu.


Jika ada orang yang orang bisa merusak diri kita apabila kita mengizinkan. segala seauatu masuk ke dalam diri bencana atau berkah bisa jadi bencana 100% atau berkah 100%. Tergantung bagaimana kita menyikapi berkah atau bencana tersebut. Anjing menggonggong kafilah berlalu. Kita bisa jadi hancur karena orang lain karena kita mengizinkan orang lain menghancurkan kita. Pernah ada orang datang ke paranormal yang memvonis dia tidak beruntung. padahal yang menetukan nasib kita adalah Alloh SWT dan kita sendiri.


Apabila kita mendapat keberutnungan yang sepertinya melebihi kebaikan yang kita lakuan, sebaiknya ktia berbuat baik lebih bnayak sebab bila tidak kita bisa jadi mendapat DP duluan
Ujian bisa bikin kita kuat atau lemah


Banyak orang yang mengharap keberuntungan hanya dengan berharap. Ciri orang hidup adalah berharap, namun hanya akan tinggal harapan bila dia tidak berbuat. Apabila kita berharap, jagan hanya pada level materi, pingin punya uang banyak, mobil, rumah dll. Keluarga bahagia dan harmonis juga keberuntungan. jangan tempatkann manusia mulia (seperti diri anda) pada level materi yang rendah. tempatkan pada level energi , yang akan muncul dalam bermacam-macam bentuk seperti Harta (uang, ruamh, kesehatan dll), Tahta (kedudukan, jabatan), Kata (ilmu pengetahuan) dan cinta (keharmonisan keluarga, sahabat dll).


Kesimpulannya: Jangan pernah ragu berbuat baik dan jangan pernah berhenti berbuat baik. Kepada siapapun dan apapun, bahkan pada orang-orang yang sebenarnya tidak pantas menerima kebaikan anda.


Semoga bermanfaat, acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823

[Transkrip] Rezeki yang Halal

Narasumber: Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.




Ada seseorang bernama Abdul Khoir. Pada tahun 1975, dia bekerja sebagai teller di sebuah bank. Dia adalah seseorang yang murah hati, suka membantu, ringan tangan dsb. Para nasabah yang datang biasanya ingin dilayani Abdul Khoir walaupun harus antri. Dia bekerja dengan ikhlas dan penuh dengan cinta. kawan-kawannya bukan hanya di front liner, tetapi hampir seluruh karyawan yang ada di bank tersebut iri sama dia. Sehingga, oleh kepala cabang, Abdul Khoir dipindah ke bagian korporat. Dia sekarang bertugas mengurusi nasabah-nasabah korporat. Para nasabah itu senantiasa selalu memberi amplop kepada Abdul Khoir. Abdul Khoir tidak yakin hukum menerima amplop itu halal atau haram. Dia memiliki harga diri martabat. Dia merasa bahwa dia sudah digaji cukup, sehingga merasa enggan memberi makan anak istrinya dengan penghasilan yang tidak jelas kehalalannya.




Suatu hari, kepala cabang menegurnya dan berkata:




Kepala Cabang: "Abdul Khoir, mengapa kamu menolak amplop2 tersebut?"




Abdul Khoir : "Saya tidak mau pak, menerima uang yang kehalalannya tidak saya yakini"




KC: "Terima aja dulu, baru nanti diatur. Saya tidak mau ada nasabah yang malu atau kecewa."




Abdul Khoir tetap tidak mamu membawa pulang amplop2 tersebut. Dia menaruh amplop2 tersebut di laci dan dikunci. Abdul Khoir memliliki harga diri/izzah di dalam hatinya karena dia yakin bahwa Alloh SWT telah menjamin rezeki bagi hamba-hambaNya.




Subhanalloh, Orang yang berharap hidayah, pertolongan dan bimbingan dari Alloh SWT pasti suatu saat akan mendapatka semuanya.




Suatu saat dia sholat jum'at di kantor lain, karena di kantornya tidak ada sholat Jum'at. Suasana sholat jum'at sangat hening. Saat itu dia sedang duduk terpekur, menyimak apa yang dikatakan khotib. Sang khotib membaca Hadits yang bermakna "setiap daging tumbuh barang haram Neraka tempatnya". Hidayah langsung masuk ke dalam ruang hati yang paling dalam dari Abdul Khoir.




Seketika itu juga dia seperti melihat suatu pandangan, vision, atau khasysyaf. Seakan-akan dia melihat Neraka Jahannam menyala begitu hebatnya, lalu seakan-akan dihadirkan istri dan anak-anaknya yang akan dimasukkan ke Neraka. mereka menjerit-jerit kenapa sang Ayah sampai membuat mereka masuk ke sana.




Usai Sholat Jum'at, Abdul Khoir menemui sang Khotib dan meminta saran, apakah dia harus mengundurkan diri dari kantornya atau terus bekerja. Sang khotib mengatakan bahwa yang bisa menyelesaikan segala persoalan yang dia dihadapi adalah Alloh SWt dan dirinya sendiiri. Jum'at siang itu juga, Abdul Khoir kembali ke kantornya dan membuat surat pengunduran diri. Saat itu masih tahun 1975.




Bila seseorang meninggalkan yang haram karena Alloh SWT, maka sesungguhnya Alloh SWT mampu memberi karunia yang jauh lebih dahsyat dari yang dia tinggalkan. Uang dari para nasabah korporat itu adalah uang/harta yang haram. harta seperti itu tidak ada berkahnya dan tidak akan menghasilkan ketenangan batin.




Selama beberapa bulan, Abdul Khoir tidak punya pekerjaan. Mertuanya, seorang pengusaha ekspedisi laut yang memiliki beberapa kapal, mengajaknya bekerja sama. Abdul Khoir, mungkin karena berkah dari Alloh SWT, menjadi seorang pegawi yang cekatan. Lama kelamaan, sang bapak mertua memberikan usaha ekspedisi tersebut kepada Abdul Khoir. Tahun 1976 dia mulai jadi direktur di perusahaan tersebut. Hanya dalam waktu beberapa tahun sejak dia mengundurkan diri, Abdul Khoir menjadi seorang milyarder. Tahun 1980, dia bisa berangkat menunaikan ibadah haji ke Baitullah bersama istrinya. Saat itu dia sudah memiliki 7 buah kapal laut. Sekitar 6 tahun sejak dia mengundurkan diri dari bank tempat dia bekerja, dia sudah menjadi milyuner yang kaya raya dalam usia yang kurang dari 40 tahun.





Abu Humaid as-Sa’idi menuturkan bahwa Nabi saw. pernah mengangkat seseorang dari Bani Azad yang bernama Ibn al-Utbiyah (Ibn al-Lutbiyah) sebagai amil pemungut zakat, lalu ia kembali dan mengatakan, “Ya Rasul, ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.”




Nabi saw. lalu berpidato, “Tidak pantas seorang petugas yang kami utus lalu datang dan berkata, “Ini untuk Anda dan ini dihadiahkan untuk saya.” Mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya lalu memperhatikan apakah itu dihadiahkan kepadanya atau tidak. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah ia datang membawa pemberian itu, kecuali ia pasti datang pada Hari Kiamat kelak memanggul barang itu di pundaknya.” (HR al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Abu Dawud).




Hadits dari situs ini


Banyak orang takut menjauhi harta yang haram, mereka terkungkung dalam tempat mencari nafkah haram (mengandung riba atau maxiat, lokalisasi pelacuran, dll) hanya merasa takut tidak dapat harta/penghasilan. Bila diberitahukan kepada mereka bahwa pekerjaan tersebut haram, mereka beralasan bahwa hanya di tempat itulah mereka bisa mencari nafkah. Sesungguhnya, hal-hal yang haram bisa dihitung dengan jari, sementara itu nafkah/harta yang halal tidak terbatas. Namun, karena godaan syetan, banyak orang yang takut meninggalkan yang haram. Orang-orang seperti ini tidak dapat menenangkan batinnya karena mereka sesungguhnya sadar bahwa mereka bekerja di tempat yang tidak baik. Mereka perlu diselamatkan.




Peluang untuk mendapatkan harta halal yang berkah dan melimpah tidak ada batasnya. Salah satu peluang terbaik adalah dengan berwirausaha dan menjadi pebisnis/pengusaha. Jika orang memutuskan untuk jadi pegawai/karyawan (dan hal ini adalah sesuatu yang baik) maka dia harus mengembangkan sikap qona'ah (measa cukup dengan apa yang ada) yang kuat. Bersikap qona'ah adalah suatu yang diperlukan oleh manusia, apapun profesinya, agar dia terhindar dari mengambil harta yang bukan menjadi haknya. Jangankan agama, perusahaanpun juga akan melarang. Kepercayaan menjadi taruhannya. Menjadi pengusahapun perlu sikap qona'ah agar dia tidak menghalalkan segala cara (illegal lodging, menyogok, dll) dalam mengembangkan usahanya.




Alloh SWT, dalam surat Ar Rahman, setelah bercerita panjang lebar tentang penciptaan alam semesta tiba-tiba mengatkaan "Jangan kalian curang dalam timbangan, timbang yang baik jgn dikurangi". Ternyata ada hubungan erat antara alam semasta dengan kecurangan dalam timbangan. Jika ada satu dua orang yang curang dalam timbangan, sedikit demi sedikit alam mulai rusak, sistem juga mulai rusak. Illegal Lodging bisa terjadi karena ada oknum pejabat yang bermain. Perbuatan maksiat tersebar karena ada yang mem-backing-i. Pada akhirnya, seluruh tatatan kemasyarkatan dan alam semesta tinggal menunggu kehancuran saja. Kita harus jadi seperti ikan di lautan, walaupun airnya asin, jangan ikutan jadi asin.




Sesungguhnya, dalam rezeki yang halal dan baik ada pancaran kekuatan energi dahsyat.
baik




1. Membuat kita bersemangat.




2. Membuat kita menjadi Taat dan mudah melakukan kebaikan.




Jika kita sudah lama tidak merasakan nyamannya khusuk atau sudah lama tidak merasakan semangat yang membara, mungkin ada yang salah dengan cara mencari nafkah kita selama ini. Jika sudah lama kita tidak merasa mudah melakukan kebaikan, bisa jadi ada yang haram dalam rezeki yang kita konsumsi selama ini. Sesungguhnya Alloh SWT adalah yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang hal-hal yang baik saja.




Saat orang-orang pergi ke tempat kerja mereka masing-masing, mereka sepertinya sangat terburu-buru. Tampang sebagian besar dari mereka sepertinya tegang, jarang ada yang tersenyum ramah atau melangkah dengan ringan. Jangan-jangan ada hal-hal yang haram di dalam rezeki mereka.




Acara The Power of Life adalah hasil kerjasama Radio Trijaya 104,6 FM dengan Institut Kemandirian, suatu lembaga jejaring Dompet Dhuafa Republika yang mengajarkan ketrampilan Wirausaha dan Teknis secara gratis. Alamat Institut Kemandirian: Kompleks PT Panasonic/Yayasan Matsushita Gobel, Gedung Techno School Lt. 3, Jl. Raya Bogor, Km 29, Jakarta Timur. Telp: 021-88710408, 91261823




Tulisan Ustadz Bobby yang lain bisa dibaca di Situs ini




Link terkait:




Perbuatan Maksiat dan Global Warming




Kekerasan Terselubung dalam perbuatan Maxiat



Kamis, 10 April 2008

Tiba-tiba kehilangan Multiply

Innalilahi Wa Inna Ilaihi Rajiun,

Jam dua pagi tiba-tiba kehilangan Multiply, padahal mau posting transkrip ceramah yang diadakan di rumah sahabatku. Tadi malam masih bisa ber-MP ria, me-reply posting-an teman-teman sesama pengguna MP. Sesudah itu, jam dua pagi, pada saat mau posting, tiba-tiba my beloved Multiply hilang dari peredaran dunia maya. OMG!!! Rasanya persis waktu ditinggal temanku yang cantik itu, yang orang Pulogebang, Cakung (lho koq nyasar ke masa lalu, piye toh iki?)

Semoga saja hal ini hanya merupakan kesalahan teknis. Soalnya Youtube juga enggak bisa diakses, padahal clone-nya yang versi p****0, bisa diakses (sempat buka sekitar 2 detik, lalu cabut, ih jijay!). Padahal si p0**** clone dari Youtube itu kan jauh lebih berbahaya daripada Film karya si Londo Katro tea, Apa enggak gelo tuh!

Padahal aku mau ikut pemilihan naskah untuk buku " "Kenangan masa kecil yang memberi inspirasi ke masa kini." yang insya Alloh akan jadi buku kedua karya MPers (Para pengguna Multiply di Indonesia). Itu lho, proyeknya mas Seno (http://senowahyu.multiply.com/), salah satu MPers dari Malang, Jawa Timur.

Ya sudah, enggak etis marah-marah walaupun di blog sendiri.
Memang sih aku akui bahwa aku pernah nonton film Londo katro itu di MP salah seorang MPers yang belum jadi kontak. Tetapi kan bukan berarti MPers semua juga katro, masih banyak teman-teman yang mempergunakan blog-nya untuk mem-posting hal-hal yang bermanfaat seperti dakwah, ilmu pengetahuan, tips sehat dll. Enggak misuh-misuh kaya di blogku ini, he he he.

Bagaimanapun juga masih untung bisa ngeblog kaya gini, walaupun bukan di MP. semoga di sini (blogger dot com maksudnya) aku juga bisa dapat teman-teman baru. Yang lama tetap tidak terlupakan dan diriku masih berharap bisa ketemu lagi. Amiiiiin